Pemerintah resmi memberlakukan perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali mulai 7-13 September 2021. Hasilnya, kasus Covid-19 di banyak daerah, khususnya Jawa-Bali diklaim mengalami penurunan drastis dibandingkan Juli 2021. Hingga Selasa (7/9/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah 7.201 dari 158.965 orang yang diperiksa dalam 24 jam terakhir. Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 sampai saat ini menjadi 4.140.634 orang.
Pekan ini zona merah Covid-19 Indonesia turun drastis dari 15 daerah menjadi 5 daerah. Sebelumnya pada 22 Agustus 2021, terdapat total 53 kabupaten/kota di Indonesia yang termasuk dalam daftar zona merah.
Kemudian pada 29 Agustus 2021 terdapat 15 zona merah. Kini hanya ada 5 zona merah. Daerah di Indonesia didominasi oleh zona kuning atau risiko rendah, yakni sebanyak 327 daerah.
Data lengkap zona merah Covid-19 Melansir data Satgas Penanganan Covid-19 per 5 September 2021, berikut data lengkapnya: 5 zona merah (risiko tinggi) 181 zona oranye (risiko sedang) 327 zona kuning (risiko rendah) 1 zona hijau (tidak ada kasus). Zona merah pekan ini didominasi Aceh dengan 3 kabupaten/kota. Pekan sebelumnya zona merah didominasi oleh Bali dengan 6 daerah.
Berikut ini zona merah Covid-19 per 5 September 2021 dilansir laman https://covid19.go.id/peta-risiko: Aceh Pidie Jaya Kota Banda Aceh Aceh Besar Sulawesi Tengah Parigi Moutong Papua Mappi
Kabar baik Diberitakan Kompas.com, Rabu (8/9/2021), Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini kondisi keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) RS merawat pasien Covid-19 semakin menurun. Menurut catatan Satgas Covid-19, sejak 5 September 2021 tidak ada provinsi dengan angka BOR di atas 60 persen. “Per 5 September tidak ada provinsi yang memiliki BOR di atas 60 persen. Bahkan, angka BOR tertinggi hanya sebesar 45,47 persen yaitu Provinsi Aceh,” ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (7/9/2021).
Lanjutnya, hal itu berarti keadaan darurat yaitu lonjakan pasien Covid-19 di RS telah berhasil dilewati di semua provinsi di Indonesia. Wiku menjelaskan, penurunan angka BOR ini berasal dari penurunan kasus positif mingguan di tingkat nasional hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Akan tetapi persentase kasus kematian mingguan masih menunjukkan peningkatan. Sementara itu kasus kematian harian sudah menurun di bawah 1.000. “Untuk pertama kalinya setelah lonjakan kasus pada Juni lalu, selama satu minggu kemarin, kasus kematian harian di Indonesia berada dibawah 1.000 kematian per hari,” ungkap Wiku.
sumber : kompas.com
related post : el-salvador-jadi-negara-pertama-yang-resmi-menerima-pembayaran-bitcoin