Bagi generasi muda yang sekarang mendominasi ruang kuliah dan angkatan kerja baru, kebohongan korporat adalah hal yang paling tidak bisa ditoleransi. Trik greenwashing gaya lama—di mana perusahaan menutupi borok kerusakan lingkungan mereka dengan membuat iklan video anak-anak menanam pohon sambil tersenyum ramah—sudah dianggap kuno dan tidak mempan lagi. Generasi masa kini jauh lebih menghargai sebuah konsep yang disebut sebagai Transparansi Radikal.
Bayangkan ada sebuah perusahaan yang berani berkata jujur di media sosial mereka: “Kami akui, proses produksi kami saat ini emisi karbonnya masih tinggi karena keterbatasan teknologi. Tapi, ini adalah data konkret jangka pendek dan rencana nyata kami dalam lima tahun ke depan untuk memperbaikinya.” Pengakuan jujur yang blak-blakan seperti ini justru bakal mendapatkan respek dan loyalitas yang jauh lebih besar dari publik ketimbang klaim suci yang ternyata palsu. Saatnya para profesional di bidang Public Relations (PR) dan komunikasi merubah strategi mereka. Berhentilah memoles kebohongan dengan warna hijau, dan mulailah berbicara berbasis data lapangan apa adanya. Kejujuran adalah mata uang baru dalam reputasi bisnis modern.