Dulu, batas antara dunia nyata (kertas, buku, papan tulis) dan dunia digital (laptop, HP) itu tembok tebal. Kalau mau mindahin tulisan dari buku ke Word, ya harus diketik ulang manual. Pegal, lama, dan rawan typo.
Sekarang, tembok itu sudah runtuh berkat Google Lens.
Bayangkan kamu lagi di perpustakaan, nemu paragraf bagus di buku cetak buat dikutip di tesis. Jangan diketik! Buka Google Lens (ikon kamera di search bar HP), arahkan ke teks buku itu, lalu pilih “Text”. Ajaib, tulisan di kertas itu bisa langsung di-copy dan dipindahkan ke laptopmu (via fitur “Copy to Computer” kalau login di akun yang sama).
Ini bukan sihir, ini Optical Character Recognition (OCR) yang sudah ada di saku celanamu. Buat desainer, kamu bisa foto poster di jalan dan Google Lens akan mencarikan jenis font yang mirip.
Teknologi ini membebaskan kita dari pekerjaan kuli (mengetik ulang) supaya otak kita bisa dipakai untuk pekerjaan arsitek (menyusun ide). Kalau ada cara yang lebih cepat, kenapa pilih cara purba? Manfaatkan matamu yang kedua!