Pernahkah Anda melihat produk yang kemasannya mendadak berubah menjadi warna cokelat daur ulang dengan logo daun melingkar, tapi pas dibaca isinya tetap plastik tidak ramah lingkungan? Selamat, Anda sedang menyaksikan atraksi sulap bernama greenwashing. Istilah ini merujuk pada strategi pemasaran perusahaan yang sibuk memoles citra agar terlihat peduli bumi, padahal aksi nyatanya nol besar. Bagi mahasiswa bisnis dan profesional modern, memahami fenomena ini sangat penting agar kita tidak mudah terkecoh oleh visual. Bumi tidak butuh kosmetik kosmetik hijau di papan iklan; bumi butuh perubahan nyata pada sistem produksi. Jangan sampai dompet kita dikuras oleh produk yang pura pura suci, sementara kontribusinya pada kelestarian alam hanya sebatas slogan manis.
Mengenal Greenwashing: Ketika Citra Hijau Cuma Sebatas Make-up