Tren tantangan viral di media sosial sering kali mendorong tindakan ceroboh yang mengancam nyawa, seperti menahan napas hingga pingsan atau melompat dari kendaraan bergerak demi mendapatkan views. Kebutuhan remaja akan pengakuan sosial membuat mereka mengabaikan akal sehat dan risiko fisik. Sudah banyak kasus korban jiwa maupun luka berat pada anak-anak akibat mengikuti tantangan konyol ini. Pembatasan akses ini secara langsung memotong rantai penyebaran tren mematikan tersebut, menyelamatkan nyawa anak-anak dari tindakan impulsif yang dipicu oleh tekanan peer group maya.
Latar Belakang Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial untuk Anak di bawah Usia 16 Tahun – Menghentikan Tren Tantangan Viral Berbahaya