Medan, Sumatera Utara – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 diperingati dengan penuh semangat di Jembatan Kanal Bajak V, Medan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Cendikiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU) Sumatera Utara yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari berbagai kampus di Medan.
Mengusung tema “Memulihkan Fungsi Lingkungan Hidup dengan Aksi Bersih Aliran Kanal Marindal”, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan dampaknya terhadap lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UMA, Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS, serta dosen-dosen pascasarjana UMA seperti Prof. Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si, dan Dr. Ir. Zul Heri Noer, M.Si.
Ketua PERWAKU Sumatera Utara Dr. Drs. Arlen Hanel John, M.Si dalam sambutannya, menekankan bahwa masalah sampah bukan hanya sekadar masalah lingkungan, tetapi juga masalah psikologis. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat berkontribusi besar terhadap kesejahteraan mental masyarakat. “Lingkungan yang kotor dan tidak terawat dapat memicu stres, kecemasan, dan bahkan depresi,” ujarnya.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, seperti aksi bersih-bersih dan menabur cairan ecoenzim di sekitar Jembatan Kanal Bajak V. Para peserta juga diajak untuk berdiskusi tentang solusi-solusi inovatif untuk mengatasi masalah sampah di Medan.
Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS, dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Ketua PERWAKU Sumatera Utara. Beliau berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah dan lingkungan. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tuturnya.
HPSN 2025 di Medan menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan psychological well-being masyarakat juga akan meningkat.
