Ketika membahas greenwashing vs real action, kita juga harus melihat realita dari kacamata pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Banyak dari mereka yang benar benar ingin menerapkan konsep ramah lingkungan, misalnya mengganti kemasan plastik dengan kemasan berbahan ketela yang mudah terurai. Namun, harga bahan baku alternatif tersebut sering kali berkali kali lipat lebih mahal, yang bisa membuat produk mereka kalah bersaing di pasaran. Di sinilah peran pemerintah dan profesional muda untuk menciptakan ekosistem yang mendukung. Aksi nyata tidak akan terwujud secara massal jika pilihan ramah lingkungan hanya menjadi kemewahan yang eksklusif bagi korporasi besar berduit.
Dilema UMKM: Pengen Ramah Lingkungan tapi Terbentur Modal