Salah satu praktik yang sering diperdebatkan dalam isu lingkungan adalah carbon offset—di mana perusahaan tetap membuang emisi karbon dalam jumlah besar, lalu membayar pihak lain untuk menanam pohon sebagai kompensasinya. Bagi sebagian kritikus, ini terlihat seperti praktik surat penebus dosa di abad pertengahan. Perusahaan merasa bebas merusak lingkungan asalkan punya uang untuk membeli sertifikat hijau. Aksi nyata yang sesungguhnya harus dimulai dari pengurangan emisi secara internal terlebih dahulu (reduction), bukan langsung melompat ke opsi membayar kompensasi (offsetting). Pohon yang ditanam butuh waktu puluhan tahun untuk tumbuh, sementara emisi dilepaskan detik ini juga.