PT Industri Kereta api (INKA) Persero beserta Universitas Brawijaya (UB) siap melakukan riset serta menghasilkan kereta barah ringan, hybrid, dan cerdas pertama di Indonesia. Kereta barah ini pun jua dianggap akan bersifat ramah lingkungan.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo mengatakan bahwa proyek riset kereta barah hybrid ini akan dikembangkan sang pemerintah buat mendukung kemajuan wahana transportasi kereta api di Indonesia. Penelitian ini akan melibatkan rektor, mahasiswa, dan unsur lainnya.
“Kami beserta INKA akan melakukan riset terkait kereta barah ringan, hybrid, serta cerdas. Riset ini, lebih ke arah bagaimana mencari teknologi baru buat efisiensi energi ke hybrid,” istilah Prof. Widodo pada fakta resminya..
Prof. Widodo kemudian memberikan bahwa acara kereta api cerdas ini artinya kereta barah ramah lingkungan atau eco-friendly yg dilengkapi menggunakan banyak sekali teknologi komunikasi berbasis internet, buat kemudian bisa membuat penumpang nyaman sepanjang bepergian.
“Jadi bagaimana mengkomunikasikan semua sistem yang terdapat pada kereta itu dengan memakai teknologi artificial intelligence (AI) serta juga internet of things (IoT),” jelas Prof. Widodo.
Prof. Widodo kemudian juga menambahkan, bahwa selain diproduksi oleh INKA, proyek riset kereta api pintar berbasis AI serta IoT ini pula didukung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset serta Teknologi (Kemendikbudristek).
Riset kereta barah pandai ramah lingkungan yang dilaksanakan sang UB dan INKA ini pun ditargetkan buat terselesaikan dalam kurun waktu 2 tahun. Konsep ramah lingkungan ini pun didorong untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.
“buat proyek ini target dua tahun, pada artian telah ada implementasinya. Ini ‘kan hal yang baru buat Indonesia. Kereta ini buat mengurangi impor bahan bakar tunggangan berasal luar negeri,” tandas Prof. Widodo.
Related Post : BitHealth Dukung Upaya Transformasi Digital Industri Kesehatan di Indonesia