Trainocate Indonesia adalah penyedia layanan IT, bisnis, dan Soft Skill terbesar se-Asia, selain itu Trainocate jua telah menjadi partner resmi sebuah vendor IT terbesar yaitu Amazon Web Services (AWS) serta Trainocate pula sudah meng-advance pelatihan partner berasal AWS. Cloud Computing artinya layanan pihak ketiga yang mempunyai cukup banyak server dan storage dan kapasitas bandwith serta di layanan cloud tersebut hanya tersedia layanan self service, seperti contohnya penggunaan kapasitas virtual machine yg dibutuhkan perusahaan dalam mengelola software, website, atau e-commerce.

“Amazon Web Services ialah keliru satu cloud provider memungkinkan developer maupun perusahaan memakai layanan AWS buat membangun perangkat lunak yg skalabel serta sophisticated. AWS jua sudah menyediakan banyak web services buat memenuhi kebutuhan perangkat lunak perusahaan maupun developer,” jelas AWS Champion & Authorized Instructor Trainocate, Furqon Mauladani dalam paparannya di workshop Cloud Computing Indonesia Conference 2022 : How Easy to Automate Application Deployment on AWS, Selasa (22/4/2022).

pada workshop Cloud Computing Indonesia Conference 2022, Furqon Mauladani memaparkan apa saja keunggulan asal platform AWS yg bisa digunakan oleh developer atau perusahaan pada menghasilkan software mereka dengan donasi layanan yang tersedia pada AWS.

di infrastruktur AWS ada fitur region yang artinya lokasi geografis asal data center milik AWS sebanyak 26 region yang tersebar pada berbagai negara dan developer atau perusahaan bisa memilih region sinkron dengan user berada serta AWS belum usang ini menciptakan region baru yang terletak pada Jakarta.

“dalam region tadi terdapat istilah yg bernama Availabillity Zones yaitu pada region US ada tiga region yang keliru satunya ialah region us-east-1a yang di dalamnya terdapat availability zones merupakan data center yg terdiri asal satu atau lebih dan mempunyai unity yang tidak sama, baik asal sisi power, network, dan lain-lain,” ujar Furqon.

pada fitur service-nya terdapat fitur Amazon EC2 yang menyediakan skalabel kapasitas komputasi di AWS Cloud. keliru satu contohnya adalah Amazon Machine Image (AMI) yang ialah sebuah template yan sudah dikonfigurasi sebelumnya untuk perusahaan pada mengemas bit bagi kebutuhan server perusahaan (termasuk OS dan perangkat lunak tambahan).

Furqon menambahkan di bagian storage, terdapat Amazon Elastic Block Store (Amazon EBS) yang terdiri asal 2 veri yaitu SSD dan Hard Disk Drive bila kebutuhan perusahaan untuk data base buat aplikasi yg memerlukan akses baca tulis data yang masif maka bisa menggunakan General Purpose SSD. tetapi, bila kebutuhan di software tersebut sangat masif maka memakai Provisioned IOPS SSD. Selain itu, untuk penyimpanan data yg cukup banyak seperti video serta gambar mampu memakai Throughput Optimized HDD.

Selanjutnya, Furqon menyebutkan terdapat juga fitur Amazon Relational Database Service yang adalah layanan basis data relasional yang terkelola sepenuhnya buat memungkinkan perusahaan mempermudah cara mengelola serta mengoperasikan perangkat lunak mereka. Melalui Amazon RDS, perusahaan tak perlu memikirkan backup data atau memakan waktu buat menyediakan infrastruktur atau memlihara aplikasi dan dapat menerapkan mesin database relasional sinkron pilihan perusahaan pada Cloud AWS.

Fitur lainnya yg tersedia di AWS yaitu Amazon S3 yg ialah penyimpanan objek yg dibuat buat menyimpan dan merogoh data dalam jumlah yang tidak terhingga dan bisa mengambil data dari mana saja. Developer bisa menyimpan objek tersebut pada sebuah bucket. Jumlah data yang tak terbatas bisa disimpan dalam bucket sebanyak lima TB per objek. Objek yg telah tersimpan pada bucket bisa diunduh kapan pun dan dimana pun melalui URL.

Fitur menarik lainnya pada layanan AWS merupakan Amazon VPC yang memungkinkan developer atau perusahaan meluncurkan resource AWS ke virtual network yang didedikasikan pada akun AWS pengguna serta diisolasi secara logis asal jaringan virtual lainnya. VPC dapat menjangkau seluruh Availability Zone pada wilayah tadi. Setiap subnet berada pada satu availability zone dan tidak dapat menjangkau poly zona.

“di fitur keamanan, AWS telah menyediakan Network ACL serta Security class. di Security ACL memiliki kemiripan menggunakan firewall buat subnet terkait, mengontrol kemudian lintas di taraf subnet. Selain itu, Security class jua mempunyai kemiripan dengan firewall buat instance terakit,” kentara Furqon.

Furqon jua mengungkapkan fitur AWS lainnya merupakan Elastic Load Balancing yg tugasnya mendistribusikan network traffic untuk memperbaiki ketersediaan serta skalbilitas aplikasi. Cara kerjanya ialah dengan mendistribusikan traffic software yg masuk ke beberapa user serta peralatan virtual pada satu atau beberapa Availability Zone (AZ).

Auto Scalling artinya fitur yang bisa menyesuaikan kapasitas buat mempertahankan kinerja yangg stabil dan bisa diprediksi dengan biaya serendah mungkin secara otomatis. Fitur ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan serta efisiensi porto perushaan waktu memakai layanan AWS sehingga perusahaan atau developer hanya membayar resource yg tengah diperlukan.

“Amazon CloudWatch memonitor resource pengguna serta software yang perusahaan jalankan secara real time. dan fitur terakhir merupakan AWS Elastic Beanstalk adalah layanan yg praktis digunakan buat menerapkan dan menskalakan perangkat lunak web dan layanan yang dikembangkan menggunakan Java, .NET, PHP, Node.js, Python, Ruby, Go, dan Docker,” pungkas Furqon.