Industri pakaian jadi (fast fashion) adalah salah satu penyumbang polusi air dan limbah tekstil terbesar di planet bumi. Untuk meredam kritik dari para aktivis dan konsumen muda, banyak merek fesyen global yang meluncurkan lini pakaian khusus berkode “Eco-Collection” atau “Conscious Line”. Mereka mengeklaim bahwa baju-baju di rak khusus tersebut dibuat dari bahan katun organik atau botol plastik daur ulang yang keren. Kedengarannya mulia banget, kan?
Tapi tunggu dulu, ini adalah salah satu jebakan greenwashing yang paling halus. Di balik peluncuran lini hijau yang terbatas itu, mesin pabrik mereka tetap memproduksi jutaan potong pakaian murah lainnya yang kualitasnya rendah dan didesain untuk cepat rusak agar konsumen terus-menerus belanja lagi. Sebagai anak muda yang melek tren, kita harus sadar bahwa cara terbaik untuk menyelamatkan bumi dari industri fesyen bukanlah dengan membeli baju berlabel hijau secara konsisten, melainkan dengan mengerem nafsu belanja kita. Rawat pakaian yang sudah ada di lemari, beli baju bekas (thrifting) berkualitas, atau dukung brand lokal yang menerapkan sistem slow fashion. Bumi tidak butuh lemari pakaian yang penuh dengan kebohongan ekologis.