Kultur industri rintisan (startup) mengandalkan prinsip fail-fast (gagal cepat, perbaiki cepat). Kultur akademik cenderung menghindari kegagalan, sehingga inovasi yang radikal jarang dieksplorasi karena takut tidak lolos uji sidang tesis.
Kesenjangan Riset Akademis Dengan Implementasi Dunia Nyata Di Indonesia – Ketidaksiapan Menerima Kegagalan Eksperimen