Meskipun platform mengklaim memiliki filter keamanan, nyatanya sangat mudah bagi anak-anak untuk secara tidak sengaja tersandung pada konten kekerasan ekstrem, pornografi, ujaran kebencian, hingga promosi melukai diri sendiri. Sekali algoritma mendeteksi ketertarikan sesaat, sistem akan terus menyodorkan konten serupa hingga membentuk lingkaran setan. Paparan prematur terhadap materi dewasa ini dapat merusak moral dan memicu trauma psikologis. Negara turun tangan karena platform digital terbukti gagal menyediakan ruang bermain yang benar-benar bersih dan aman bagi perkembangan kognitif anak.