Penggunaan media sosial, terutama di malam hari, sangat mengganggu ritme sirkadian anak-anak. Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gawai menekan produksi hormon melatonin yang dibutuhkan untuk tertidur lelap. Ditambah lagi, stimulasi emosional dari konten yang mereka lihat membuat otak terus terjaga. Kurang tidur kronis pada usia perkembangan berdampak fatal pada pertumbuhan fisik, sistem imun, dan kemampuan kognitif. Dengan membatasi akses aplikasi, diharapkan anak-anak dapat kembali ke pola tidur yang sehat, yang merupakan fondasi utama bagi kesehatan fisik dan mental yang optimal.