Lonjakan kasus kecemasan dan depresi pada anak-anak menjadi pemicu utama kebijakan ini. Media sosial memaparkan anak pada standar hidup yang tidak realistis, memicu perasaan rendah diri dan stres kronis. Usia di bawah 16 tahun adalah fase rentan di mana identitas diri baru terbentuk, sehingga validasi semu dari jumlah jumlah likes atau komentar sangat memengaruhi stabilitas emosi mereka. Dengan menjauhkan mereka dari platform ini, pemerintah berharap dapat menekan angka gangguan mental, memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh dalam lingkungan yang lebih suportif tanpa bayang-bayang tekanan ekspektasi virtual yang tak berkesudahan.
Latar Belakang Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial untuk Anak di bawah Usia 16 Tahun – Lonjakan Krisis Kesehatan Mental