Daftar pustaka. Dua kata yang cukup buat bikin mahasiswa tingkat akhir merinding disko. Bayangkan sudah capek-capek nulis ribuan kata, di akhir masih harus ngetik satu-satu: Nama pengarang (dibalik), tahun, judul miring, kota penerbit… salah titik koma sedikit, revisi!
Dunia tidak sekejam itu, kawan. Kalau kamu mencari referensi jurnal lewat Google Scholar, perhatikan ada ikon kecil bertanda kutip dua (“) di bawah setiap artikel. Itu bukan hiasan. Itu adalah tombol surga.
Klik tombol itu, dan voila! Google sudah menyusunkan daftar pustaka lengkap dalam berbagai format (APA, MLA, Chicago, Harvard, dll). Kamu tinggal copy, lalu paste ke naskah skripsi atau tesismu. Selesai dalam 3 detik.
Bagi mahasiswa, ini adalah penghemat waktu terbesar dalam sejarah penyusunan tugas akhir. Bagi profesional yang menulis laporan riset, ini menjaga kredibilitas tanpa ribet. Berhentilah menyiksa diri dengan mengetik manual. Hidup itu sudah rumit, jangan ditambah rumit dengan urusan titik dua dan tulisan miring yang bisa diotomatisasi. Jadilah akademisi yang taktis!