Ruang kosong atau rasa bosan sering kali merupakan katalis terbaik bagi inovasi dan kreativitas. Media sosial membunuh rasa bosan tersebut dengan asupan hiburan instan tanpa akhir, mematikan daya imajinasi kritis. Ketika akses ke dunia maya diputus, anak-anak akan kembali didorong mencari kesibukan organik. Hal ini membuka peluang emas bagi mereka untuk mengeksplorasi minat di dunia nyata, seperti membaca, melukis, bermain musik, atau berolahraga. Kebijakan ini berupaya merebut kembali masa kecil agar diisi dengan aktivitas yang nyata dan bermakna.
Latar Belakang Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial untuk Anak di bawah Usia 16 Tahun – Mendorong Kreativitas dan Hobi Nyata