Notifikasi yang terus bermunculan dan kebiasaan beralih antar aplikasi (multitasking) secara drastis menurunkan kemampuan anak untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu lama. Hal ini berdampak langsung pada penurunan kualitas belajar, daya ingat, dan prestasi akademik di sekolah. Mereka menjadi lebih mudah bosan saat dihadapkan pada materi pelajaran analitis karena otak mereka sudah terbiasa dengan kepuasan instan dari video pendek. Kebijakan ini diharapkan dapat mengembalikan rentang perhatian anak-anak agar mereka dapat menyerap ilmu pengetahuan dengan lebih maksimal di ruang kelas.