Ngaku deh. Berapa tab browser yang terbuka di laptop atau HP kamu sekarang? 10? 20? Atau malah saking banyaknya sampai judul tab-nya nggak kebaca, cuma sisa ikon doang? Selamat, kamu terkena sindrom Tab Hoarder (Penimbun Tab).

Kita sering Googling dengan nafsu besar: “Buka dulu, bacanya nanti.” Alhasil, kita punya 50 tab terbuka yang memakan RAM laptop sampai ngap-ngapan, tapi nggak ada satu pun yang benar-benar kita baca sampai tuntas. Itu bukan riset, itu digital clutter (sampah digital).

Ini penyakit psikologis mahasiswa yang lagi ngerjain tugas akhir atau karyawan yang lagi riset proyek. Kita merasa “aman” kalau sudah membuka banyak sumber, seolah-olah ilmunya otomatis terserap ke otak lewat osmosis. Padahal nggak.

Seni Googling yang sesungguhnya mengajarkan fokus. Buka 3-5 tab paling relevan, BACA, ambil intinya, catat, lalu TUTUP. Kejamlah pada tab browser-mu. Menutup tab itu memberikan kepuasan batin tersendiri, seperti membereskan meja kerja yang berantakan. Otak kita punya batas kapasitas kognitif. Jangan siksa otak (dan RAM laptopmu) dengan menimbun informasi yang tak terproses. Less is more.