Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan menerjunkan enam dosen bergelar doktor (S3) dari lintas program studi untuk memberikan edukasi dan pendampingan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan komunikasi efektif serta efisiensi pelayanan publik, dan dilaksanakan selama dua hari, pada Senin–Selasa, 16–17 Juni 2025.

Keenam dosen dibagi dalam dua tim. Tim I diketuai oleh Dr. Selamat Riadi, SE, M.I.Kom, dengan anggota Dr. Beby Masitho Batubara, S.Sos, MAP dan Dr. Taufik Wal Hidayat, S.Sos, M.AP. Tim ini mengusung tema “Pendampingan Peningkatan Komunikasi Efektif dan Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan.”

Sementara itu, Tim II dipimpin oleh Dr. Audia Junita, S.Sos, M.Si, yang berkolaborasi dengan Dr. Chairika Nasution, SAP, MAP dan Dr. Nina Angelia, S.Sos, M.Si. Mereka menyampaikan materi bertema “Kerja Sama Tim dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Candika, Jalan Karya Wisata, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Medan Johor, dan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, H. Tengku Chairuniza, S.Sos, MAP. Para peserta kegiatan merupakan pegawai dari lingkungan Dispora Medan.

Dalam sambutannya, Tengku Chairuniza mengapresiasi kontribusi nyata FISIP UMA. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim PKM FISIP UMA yang telah bersedia berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan terkait komunikasi efektif serta kerja sama tim. Semoga seluruh peserta dapat menerapkannya dalam tugas sehari-hari demi peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Ketua Tim I, Dr. Selamat Riadi, menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi menjadi aspek fundamental dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya memahami karakteristik kepribadian lawan bicara agar komunikasi berjalan efektif dan tidak menimbulkan salah paham.

“Interaksi yang sukses sangat ditentukan oleh kemampuan adaptasi dalam menghadapi berbagai tipe kepribadian. Di antaranya, kepribadian koleris yang tegas dan mandiri, sanguinis yang ceria dan terbuka, phlegmatis yang cenderung menghindari konflik dan menyukai stabilitas, serta melankolis yang teliti, teratur, dan menyukai instruksi yang jelas,” paparnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Audia Junita, Ketua Tim II, menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid dalam mendukung efektivitas pelayanan publik. Menurutnya, kinerja tim akan optimal jika setiap anggota memahami peran, tugas, serta tanggung jawab masing-masing, disertai koordinasi yang berkelanjutan.

“Kerja sama tim yang kuat merupakan fondasi dalam menciptakan pelayanan publik yang efisien dan berkualitas,” tutupnya.